PTKI Perkuat Ekosistem Inklusif: Sahkan 4 Rekomendasi Strategis dan Umumkan Kampus Responsif Gender Terbaik 2026

CIREBON (KILASINDONESIA.Com) – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI bersama Pusat Studi Gender & Anak (PSGA) secara resmi menutup Konsolidasi Nasional Kerja-kerja PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Agenda nasional ini sukses melahirkan capaian nyata berupa 4 (empat) poin rekomendasi strategis lintas sektoral guna mengukuhkan ekosistem kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Selain merumuskan keputusan strategis kelembagaan, forum nasional bertajuk "Strengthening Gender Justice, Inclusion, and Violence-Free Campus within the Islamic Higher Education Ecosystem" ini juga menetapkan deretan perguruan tinggi keagamaan terbaik yang sukses menjuarai penganugerahan mutu tata kelola responsif gender dan inovasi siber.
Berdasarkan hasil perumusan dari rangkaian pra-Munas dan sidang komisi kerja, forum secara resmi menetapkan empat pilar rekomendasi untuk diimplementasikan secara berkala menjadi kebijakan strategis di lingkungan Kementerian Agama dan seluruh kampus PTKI:
1. Gender dan Produksi Pengetahuan: Menguatkan tata kelola kampus inklusif, integrasi perspektif gender dalam aspek Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendorong penguatan representasi kepemimpinan perempuan.
2. Fikih Penanganan Kekerasan Seksual: Mendorong penguatan implementasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dengan sistem evaluasi yang terukur, sekaligus melahirkan konseptualisasi fikih kekerasan seksual sebagai pedoman di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi.
3. Geopolitik dan Krisis Kemanusiaan: Meningkatkan partisipasi aktif jaringan PSGA dalam aksi kolaborasi multipihak dan respons cepat penanganan krisis kemanusiaan berbasis wilayah.
4. Perempuan dan Resiliensi terhadap Krisis Lingkungan: Mengembangkan teologi lingkungan yang berperspektif gender dan sosial inklusi, serta melembagakan kebijakan eco-campus melalui edukasi eko-teologi berbasis komunitas.
Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Nur Khafid, S.Th.i., M.Sc, menegaskan pentingnya hasil rumusan ini sebagai peta jalan baru gerakan keadilan gender.
"Kesuksesan ini tentu bukan akhir. Tentu ini adalah awal, langkah awal kita untuk memperkuat dan meneruskan estafet perjuangan bagaimana kita menciptakan ekosistem yang lebih baik di lingkungan PTKI agar lebih inklusif, responsif terhadap gender equality, ramah terhadap semua pihak, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Ini bukan perjuangan sektoral atau sepihak, melainkan lintas sektoral," jelas Dr. Nur Khafid.
Merespons hasil pengesahan tersebut, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag, memaparkan implikasi praktis hasil konsolidasi terhadap birokrasi kampus. Sesuai dengan Permendikbudristek No. 368 Tahun 2026, aspek penguatan kesetaraan gender dan penanganan kekerasan seksual kini resmi diperluas ke dalam indikator kinerja integritas rektor.
"PSGA ini tidak ada kata lain, itu harus berkiprah di depan. Kampus harus mendesain PSGA menjadi bagian utama dari program-program prioritas. Isu kesetaraan gender dan penanganan kekerasan seksual wajib masuk ke dalam perjanjian kinerja rektor. Untuk mempercepat pergerakan tersebut, pimpinan harus mendistribusikan program ini hingga tingkat fakultas disertai dengan dukungan anggaran yang nyata," tegas Prof. Aan Jaelani.
Sebagai bentuk standardisasi mutu pencapaian program kerja, forum nasional ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada institusi dan akademisi berprestasi:
Kategori Perguruan Tinggi Responsif Gender Terbaik:
Juara 1: Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan, Jawa Timur.
Juara 2: Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.
Juara 3: Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Juara Harapan 1-3: UIN Sultanah Asyiah Lhokseumawe, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.
Redaksi
Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



