Kilas Indonesia

​Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Usung Ekoteologi di Tanah Baduy

Redaksi
2 menit baca
​Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Usung Ekoteologi di Tanah Baduy

Serang (KILASINDONESIA.Com) , 15 Juli 2026 – Kementerian Agama RI secara resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Tahun 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Program pengabdian ini melibatkan 240 mahasiswa dari 42 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia yang akan ditempatkan di Kabupaten Lebak, Banten, selama 40 hari ke depan.

​Mengusung tema "Merawat Ekoteologi", KKN Nusantara VI difokuskan pada penguatan kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

​Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa bertransformasi menjadi cendekiawan yang mampu memadukan sains dengan kearifan lokal. Ia menyoroti masyarakat Baduy sebagai model sukses dalam menjaga kelestarian alam.

​"Jangan membenturkan teori modern dengan kearifan lokal. Mahasiswa harus belajar dari cara masyarakat tradisional menjaga alam," ujar Menag. Ia juga menitipkan delapan karakter dasar bagi mahasiswa selama pengabdian, yaitu ISTIQAMAH (Ikhlas, Sabar, Tawaduk, Ihsan, Qanaah, Akhlak, Muruah, dan Al-Haya').

​Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Baduy bertujuan agar mahasiswa dapat menyerap nilai-nilai ekoteologis yang autentik.

​"Mahasiswa akan belajar bagaimana menjaga harmoni, baik dengan sesama manusia termasuk komunitas Sunda Wiwitan maupun dengan alam sebagai ciptaan Tuhan," jelas Rektor.

​Sementara itu, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Nur Kafid, M.Sc., menyebutkan bahwa program ini akan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR).

​"Kami ingin KKN ini menjadi model pengabdian nasional yang mencerminkan wajah moderasi beragama, yakni harmoni antara manusia dengan sesamanya serta manusia dengan lingkungan," pungkas Nur Kafid.

​Acara pembukaan diakhiri dengan prosesi penabuhan beduk oleh Menteri Agama sebagai simbol dimulainya masa pengabdian yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!