Kilas Indonesia

Kawal Haji dan Command Center: Strategi Digital Kemenhaj Pantau Jemaah

Redaksi
2 menit baca
Kawal Haji dan Command Center: Strategi Digital Kemenhaj Pantau Jemaah

Jakarta (KILASINDONESIA.Com) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat transformasi digital pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini difokuskan pada penguatan pelaporan, pengawasan, dan percepatan respons layanan bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa digitalisasi bertujuan agar perlindungan jemaah menjadi lebih cepat, terukur, dan berbasis data. Hingga hari ke-22 masa operasional, Kemenhaj mencatat seluruh fase layanan berjalan stabil.

“Transformasi digital ini kami hadirkan untuk memastikan layanan haji semakin responsif dan transparan. Setiap laporan jemaah harus bisa ditindaklanjuti dengan cepat sesuai kewenangan petugas di lapangan,” ujar Maria dalam keterangan resmi di Media Center Haji (MCH) Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 138.879 jemaah yang tergabung dalam 359 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi didampingi 1.433 petugas.

Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga dilaporkan berlangsung bertahap. Hingga saat ini, 105.360 jemaah telah tiba di Makkah. Sementara itu, untuk gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdulaziz Jeddah, tercatat 32.009 jemaah telah memulai rangkaian ibadah. Selain jemaah reguler, sebanyak 6.018 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Untuk mendukung pelayanan, Kemenhaj mengandalkan platform digital Kawal Haji. Platform ini berfungsi sebagai kanal komunikasi dua arah antara jemaah dan petugas untuk melaporkan kendala di lapangan secara real-time.

Selain itu, Kemenhaj memperkuat Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal. Fasilitas ini mengintegrasikan data pergerakan jemaah, akomodasi, transportasi, hingga konsumsi dalam satu sistem pemantauan.

“Dengan sistem ini, pengawasan tidak lagi manual. Kami memantau setiap sektor secara digital agar jika ada kendala, respons yang diberikan bisa tepat sasaran,” tambah Maria.

Menjelang fase puncak haji, Maria mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menghemat tenaga, menjaga pola makan, dan memperbanyak minum air putih di tengah cuaca Tanah Suci.

“Fase puncak membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Kami meminta jemaah mengutamakan ibadah wajib dan jangan ragu melapor kepada petugas jika mengalami kendala kesehatan atau layanan,” pungkasnya dikutip dari haji.go.id.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!