Kilas Indonesia

Hadiri Halal Bihalal PB IKA PMII dan Refleksi Harlah ke-66, Para Menteri Tekankan Peran Strategis Alumni untuk Bangsa

Redaksi
3 menit baca
Hadiri Halal Bihalal PB IKA PMII dan Refleksi Harlah ke-66, Para Menteri Tekankan Peran Strategis Alumni untuk Bangsa

KILASINDONESIA.com, Jakarta — Momentum Halal Bihalal Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) yang dirangkai dengan Refleksi Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66, Minggu (19/4/2026), menjadi ajang konsolidasi besar lintas generasi. Sejumlah tokoh nasional hadir dan menyampaikan pandangan strategis tentang masa depan organisasi serta kontribusinya bagi Indonesia.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya menekankan bahwa PMII telah melahirkan banyak tokoh strategis di berbagai sektor, mulai dari politik, birokrasi hingga akademisi. Menurutnya, kekuatan tersebut harus dikelola secara serius untuk menjawab tantangan bangsa, terutama dalam isu pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Cak Imin, sapaan akrabnya, juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian dalam setiap posisi yang diemban kader PMII. Jabatan, kata dia, bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“PMII harus terus naik kelas, tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutan keduanya menyoroti peran strategis Islam Indonesia di kancah global. Ia menilai karakter moderat yang dimiliki umat Islam Indonesia menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Menurut Nasaruddin, alumni PMII memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang inklusif sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemikiran, dan sosial keagamaan.

“Indonesia memiliki posisi penting dalam peradaban global. Nilai-nilai Islam yang moderat harus terus dijaga dan disebarkan, dan alumni PMII punya peran besar di dalamnya,” ujarnya.

Adapun refleksi kedua disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid. Ia menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan organisasi dalam menjawab tantangan masa depan, terutama terkait isu strategis seperti akses terhadap sumber daya dan keadilan agraria.

Nusron juga menggarisbawahi bahwa organisasi seperti PMII harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Ia mendorong alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih luas.

“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan individu, tetapi kekuatan kolektif yang terorganisir dengan baik. PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” katanya.

Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi menyampaikan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berbasis kapasitas intelektual, tetapi juga pengalaman sosial. Pemimpin diharapkan memiliki sensitivitas terhadap realitas kader di lapangan serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Momentum peringatan hari lahir PMII ke-66 turut dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi. Para alumni menekankan bahwa peran mereka tidak berhenti pada simbol kebanggaan, melainkan harus diwujudkan dalam kontribusi konkret di berbagai bidang, mulai dari birokrasi hingga politik nasional.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Basnang Said, menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang memperkuat jejaring alumni sekaligus mempertegas arah gerakan ke depan. Ia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan sebelumnya, terutama selama Ramadan, telah menunjukkan bahwa alumni PMII terus bergerak dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.

“Halal bihalal ini menjadi momentum untuk menyambung kembali silaturahmi, merawat solidaritas, sekaligus memperkuat kontribusi nyata alumni PMII bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Halal Bihalal dan Refleksi Harlah PMII ke-66 ini menegaskan kembali posisi PMII sebagai salah satu pilar penting dalam membangun kepemimpinan nasional. Dengan jejaring alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis, organisasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Bagikan:

Redaksi

Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.

Berita Terkait

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!