Merajut Rindu di Sragen: Haul Akbar Trah Simbah Kariyo Wiyono Menjadi Momentum Penguat Ikatan Batas Generasi

Sragen (KILASINDONESIA.Com) , 17 Mei 2026 – Suasana hangat, haru, dan penuh kerinduan menyelimuti kediaman Bapak Sudarso di Tanjang, Kedungupit, Sragen, Sabtu (17/5). Ratusan keturunan dari keluarga besar (Trah) Simbah Kariyo Wiyono (Kaiman dan Surip) berkumpul dalam satu ikatan kasih untuk menggelar peringatan Haul ke-77 dan ke-37.
Lebih dari sekadar ritual tahunan, momentum ini menjadi ruang rindu yang mempertemukan kembali seluruh lini generasi—mulai dari anak, cucu, cicit, canggah, hingga para menantu. Baik yang menetap di tanah kelahiran maupun mereka yang rela menempuh perjalanan jauh dari tanah rantau, semua melebur dalam suasana yang begitu guyub dan penuh kekeluargaan.
Mengangkat tema "Haul Minangka Warisan Mataram Islam: Ngreksa Dungo lan Ngurmati Leluhur", acara ini menegaskan pentingnya menjaga warisan luhur kebudayaan Mataram Islam melalui untaian doa dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului.
Rangkaian acara diawali dengan khidmat melalui pembacaan khataman Al-Qur'an dan doa bersama. Keheningan yang syahdu terasa begitu bergetar saat seluruh keluarga melakukan prosesi tabur bunga di makam leluhur pada siang hari, mengenang kembali jasa, kasih sayang, dan fondasi hidup yang telah diwariskan oleh Simbah Kariyo Wiyono. Puncak acara ditutup pada malam hari dengan pengajian yang menghadirkan pamedar sabda (penceramah) kehormatan, K.G.P.H. Puger, B.A., putra dari PB XII Kraton Kasunanan Surakarta.
Bapak Parto Sudarmo, salah satu putra dari Simbah Kariyo Wiyono yang masih hidup, tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya melihat rumahnya dipenuhi oleh gelak tawa dan wajah-wajah penuh rindu dari anak-turunnya.
"Acara ini adalah wujud syukur dan doa bersama kami. Melihat anak, cucu, hingga canggah berkumpul seperti ini adalah kebahagiaan yang tidak ternilai. Harapan kami, semoga seluruh trah keturunan senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, serta selalu ingat pada akar keluarga mereka," ungkap Bapak Parto Sudarmo dengan mata berkaca-kaca.
Ketua Panitia Pengarah, Dr. Drs. H. Subroto, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas gotong royong seluruh anggota keluarga yang menjadi bahan bakar utama suksesnya acara ini.
"Keberhasilan acara ini bukan karena satu atau dua orang, melainkan karena cinta. Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh keluarga besar yang telah berpartisipasi, baik secara fisik, tenaga, pikiran, maupun pendanaan. Semangat kebersamaan inilah modal utama kita. Semoga tradisi suci ini bisa terus berjalan dan dijaga oleh generasi-generasi selanjutnya," ujar Dr. H. Subroto.
Menurut Trianto salah satu keluarga yang merantau di Jakarta mengatakan bahwa melalui haul ini, Trah Simbah Kariyo Wiyono membuktikan bahwa sejauh apa pun kaki melangkah merantau, dan sepadat apa pun kesibukan duniawi, doa dan darah yang mengalir dalam tubuh akan selalu menuntun mereka kembali pulang ke rumah: ke pelukan hangat keluarga.
Redaksi
Penulis di Kilas Indonesia. Menghadirkan berita terkini dan terpercaya untuk pembaca setia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



