banner 728x250
Berita  

LP Ma’arif NU Gelar Program Kreasi Bagi Guru di Tanggamus Berbasis Literasi dan Ekoteologi

Tanggamus – Sebagai langkah konkret dalam mendorong transformasi pendidikan di tingkat dasar, LP Ma’arif PBNU melalui program KREASI, bersinergi dengan Save The Children, menggelar kegiatan Pelatihan Revitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kabupaten Tanggamus. Kegiatan intensif selama dua hari, Kamis-Jumat (15-16/1/2026) ini dilaksanakan secara paralel di dua wilayah. Lokasi pertama bertempat di SDN 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung, dibimbing oleh fasilitator Ahmad Hidayat dan Dian Nurlela.

Lokasi kedua bertempat di SDN 2 Suka Agung, Kecamatan Bulok, dipandu oleh Tahshir dan Jumitri. Sebanyak 40 peserta yang merupakan representasi pengurus dan anggota KKG antusias mengikuti pelatihan, dengan pembagian masing-masing 20 peserta di tiap kecamatan.

banner 325x300

Direktur Program Kreasi LP Ma’arif PBNU, Suardi menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung visi Merdeka Belajar.

“Melalui KKG yang aktif, guru-guru kelas awal dilatih untuk menyusun strategi pembelajaran yang tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga memastikan setiap anak terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi di tingkat satuan pendidikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal yang menjadi pembeda dalam pelatihan kali ini adalah integrasi materi perubahan iklim yang dibalut dengan pendekatan ekoteologi. Para peserta diajak memahami bahwa krisis lingkungan hidup saat ini menuntut aksi nyata yang dilandasi oleh kesadaran spiritual.

“Kami mengenalkan perspektif ekoteologi sebagai landasan moral. Kita ingin guru menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam bukan sekadar teori sains, melainkan amanah Tuhan dan tanggung jawab iman untuk menjaga keseimbangan alam (Mizan),” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Program, Nuris Ainun Najib, menjelaskan bahwa KKG seharusnya menjadi wadah profesional berkelanjutan yang paling dekat dengan realitas guru di kelas.

“Kami ingin KKG kembali menjadi ‘jantung’ pengembangan kapasitas guru, tempat di mana solusi atas berbagai tantangan pembelajaran ditemukan secara kolaboratif,” ujarnya.

Program strategis ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan Literasi-Numerasi, Perlindungan Anak, GEDSI, serta mitigasi Perubahan Iklim melalui perspektif Ekoteologi.

“Latar belakang revitalisasi ini didasari oleh hasil pemetaan awal yang menunjukkan bahwa meskipun banyak KKG telah memiliki legalitas formal, perannya sebagai komunitas belajar belum berjalan optimal,” tuturnya.

Dalam sesi pelatihan, fokus utama diarahkan pada penguatan strategi pembelajaran Literasi dan Numerasi. Namun, pendidikan tidak hanya berhenti pada kecerdasan kognitif. Isu Perlindungan Anak dan Kesetaraan Gender, Inklusi Sosial, dan Disabilitas (GEDSI) ditempatkan sebagai pilar penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman.

Dipandu oleh para fasilitator di masing-masing lokasi, peserta melakukan praktik langsung dalam menyusun perangkat pendukung KKG, mulai dari penguatan visi-misi hingga rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret.

Salah seorang fasilitator, Tahshir menekankan pentingnya keberlanjutan pasca-pelatihan ini. Menurutnya target akhir dari kegiatan ini adalah terbentuknya komunitas belajar guru yang mandiri dan responsif terhadap kebutuhan lokal.

“Ke depannya, setiap pertemuan KKG harus memiliki tema yang terstruktur, mulai dari pengembangan modul literasi-numerasi hingga simulasi kesiapsiagaan bencana akibat perubahan iklim di sekolah,” katanya.

Diharapkan, melalui revitalisasi KKG di Pugung dan Bulok ini, Kabupaten Tanggamus dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun komunitas belajar guru yang holistik, unggul secara akademik, teguh dalam komitmen perlindungan anak, serta peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Sumber: lampung.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *